Saturday, April 1, 2017

Menggosok gigi setelah bangun tidur

Rasulullah SAW bersabda: “bau mulutnya orang yang berpuasa lebih harum dibandingkan harumnya minyak misik”. (HR. Al-Bukhari)
            Melihat esensi dari hadits di atas, bahwa orang yang berpuasa dianjurkan tidak menghilangkan bau mulutnya yang tidak sedap, karena kelak di hari kiamat akan berubah menjadi lebih harum melebihi harumnya minyak misik. Sehingga pakar ulama figh merumuskan, orang yang berpuasa dimakruhkan bersiwakan setelah matahari condong kearah barat.Pertanyaannya apakah menggosok gigi bagi orang yang berpuasa setelah tergelincirnya matahari untuk menghilangkan bau mulut yang disebabkan tidur, bekas sisa makanan tetap dimakruhkan?
Jawab:
Hukumnya tidak mahruh, bahkan disunnahkan, kecuali menurut imam ibnu hajar. “makruh hukumnya bersiwakan setelah zawal (matahari condong kearah barat) sampai waktu maghrib, sekalipun ia telah tidur, atau lupa makan makanan yang mempunyai bau tidak sedap. Ini adalah menurut pendapat imam ibnu hajar.
            Sedangkan menurut segolongan ulama, berpendapat tidak dimakruhkan, akan tetapi disunnahkan untuk bersiwakan jika bau mulut tersebut berubah sebab dengan sesamanya tidur. Sebagaimana keterangan yang ditunjukkan oleh Ibnu Ruslan dalam karyanya Zubdah, yang berbunyi, “bersiwakan bagi orang yang puasa setelah zawal, maka menurut saya tidak dimakruhkan hukumnya, dan haram hukumnya berpuasa wishol.Dan pendapat ini telah dikutip oleh Al-Turmurdzi dari Imam Syafi`I, begitu pula pendapat Imam Al-Muzanni.Pendapat tersebut juga dipilih oleh segolongan ulama lainnya, termasuk Imam An-Nawawi, Ibnu Ruslan dan Abu Syamah.

            Ulama menghukumi kesunnahkan bersiwakan di atas disyaratkan, andaikan perubahan bau mulut tersebut disebabkan dengan sesamanya tidur, atau lupa memakan makanan yang mempunyai bau tidak sedap.Al-Khotib bertendensi pada pendapat ini (pendapat yang mensunahkan bersiwak), begitu pula Al-Jamal Al-Romli dari fatwa orang orang tuanya.REFERENSI FATHUL MU`IIN WASYARHUHU I`ANATHU AL-THALIBIN JUZU` 1 HAL. 249.

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan bijak dan sesuai dengan topik dan pembahasan